ABMM beli aset dari anak usahanya
Minggu, 22 Desember 2013 − 15:55 WIB
Sindonews.com - PT ABM Investama Tbk (ABMM), perusahaan energi
terintegrasi, mengumumkan telah membeli sebagian peralatan berat (aset) dari
anak usahanya, PT Sumberdaya Sewatama (SS).
Pembelian aset ini berupa pompa dan peralatan pendukung lainnya yang khusus digunakan dalam proses dewatering dan sangat dibutuhkan dalam industri energi, termasuk pertambangan. Pembelian aset ini sebagai langkah awal perusahaan memulai kegiatan usaha sebagai perusahaan induk operasional.
"Sebagai perusahaan induk operasional, ABMM bergerak dalam usaha penyewaan peralatan utama maupun peralatan pendukung pada industri pertambangan dan dapat dikembangkan lebih lanjut pada industri lainnya," ujar Direktur Utama ABM, Andi Djajanegara dalam rilisnya kepada Sindonews, Minggu (22/12/2013).
Andi menekankan bahwa perubahan kegiatan usaha perseroan menjadi induk operasional tidak akan mengganggu bisnis utama anak usaha. Bahkan, dengan adanya bisnis penyewaan alat dari ABM, pihaknya bisa membantu anak usaha untuk fokus pada bisnis utamanya.
"Sementara kami melengkapi kebutuhan-kebutuhan alat-alat tersebut. Dengan demikian, perusahaan dan anak-anak usaha akan menjadi semakin terintegrasi," jelasnya.
ABMM meyakini langkah perubahan kegiatan usaha ini akan memberi dampak positif kepada kinerja bisnis. Dengan memiliki sumber pendapatan yang lain, perusahaan akan dapat membiayai operasional tanpa harus tergantung kepada anak-anak usahanya.
"Meski ada perubahan kegiatan usaha ABMM, fokus ABM tidak pernah berubah yaitu membantu meningkatkan kinerja anak-anak usaha kami. Kami optimistis bahwa perubahan ini akan mendukung pendapatan terkonsolidasi Grup ABMM," terangnya.
Andi mengatakan, sesuai yang direncanakan dengan adanya perubahan kegiatan usaha Perseroan, ABMM akan menambah satu departemen operasional di bawah Divisi Perencanaan Strategi dan Pengembangan Usaha.
Pembelian aset ini berupa pompa dan peralatan pendukung lainnya yang khusus digunakan dalam proses dewatering dan sangat dibutuhkan dalam industri energi, termasuk pertambangan. Pembelian aset ini sebagai langkah awal perusahaan memulai kegiatan usaha sebagai perusahaan induk operasional.
"Sebagai perusahaan induk operasional, ABMM bergerak dalam usaha penyewaan peralatan utama maupun peralatan pendukung pada industri pertambangan dan dapat dikembangkan lebih lanjut pada industri lainnya," ujar Direktur Utama ABM, Andi Djajanegara dalam rilisnya kepada Sindonews, Minggu (22/12/2013).
Andi menekankan bahwa perubahan kegiatan usaha perseroan menjadi induk operasional tidak akan mengganggu bisnis utama anak usaha. Bahkan, dengan adanya bisnis penyewaan alat dari ABM, pihaknya bisa membantu anak usaha untuk fokus pada bisnis utamanya.
"Sementara kami melengkapi kebutuhan-kebutuhan alat-alat tersebut. Dengan demikian, perusahaan dan anak-anak usaha akan menjadi semakin terintegrasi," jelasnya.
ABMM meyakini langkah perubahan kegiatan usaha ini akan memberi dampak positif kepada kinerja bisnis. Dengan memiliki sumber pendapatan yang lain, perusahaan akan dapat membiayai operasional tanpa harus tergantung kepada anak-anak usahanya.
"Meski ada perubahan kegiatan usaha ABMM, fokus ABM tidak pernah berubah yaitu membantu meningkatkan kinerja anak-anak usaha kami. Kami optimistis bahwa perubahan ini akan mendukung pendapatan terkonsolidasi Grup ABMM," terangnya.
Andi mengatakan, sesuai yang direncanakan dengan adanya perubahan kegiatan usaha Perseroan, ABMM akan menambah satu departemen operasional di bawah Divisi Perencanaan Strategi dan Pengembangan Usaha.
Pembelian
pompa untuk proses dewatering ini adalah milestone awal dari langkah Perseroan
menjadi perusahaan induk operasional. Mulai 2014, sebanyak 80 unit pompa
tersebut akan siap disewakan ABMM kepada para pelanggan.
analisis:menurut saya pembelian ini untuk melengkapi alatalat yang
dibutuhkan dan untuk pengembangan usaha agar lebih maju lagi menurut saya ini
cukup bermanfaat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar