Kamis, 26 Desember 2013

TUGAS 4



Tugas 4 Softskill (Bahasa Indonesia 2)

Buatlah kerangka karangan sesuai contoh kasus yang anda pilih!
Perhatikan Sistematika penulisan!

PENAWARAN

       
I     PENDAHULUAN

       1.1       LATAR BELAKANG
1.2       RUMUSAN MASALAH

                    1.2.1  
  Adanya Hukum Penawaran

                                
               
              II. PEMBAHASAN
       2.1  Pengertian Pengertian Penawaran Barang
       2
.2  Mengetahui Jenis Penawaran
       2.3. Mengetahui  Penawaran Individu
       2.4  Mengetahui
Penawaran Pasar
       2.5
 mengetahui Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran.
       2.6 mengetahui Harga barang atau jasa
       2.7 mengetahui Harga input atau biaya produksi.
       2.8 mengetahui Teknologi Produksi

       

                     3.1 Kesimpulan
                      3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA


TULISAN TENTANG EKONOMI 20



Ekonomi kerakyatan tak bisa hanya andalkan political will
Kamis,  26 Desember 2013  −  17:48 WIB
Sindonews.com - Dalam upaya mewujudkan konsep ekonomi kerakyatan, political will bukan menjadi satu-satunya andalan. Namun, juga dibutuhkan political commitment, baik di tataran negara maupun perguruan tinggi.

"Sayangnya, sampai saat ini belum ada kesepakatan tentang konsep ekonomi kerakyatan dan masih pada tataran normatif. Padahal, konsep ini sudah lama disuarakan. Tapi saya rasa masih di tataran political will dan belum pada political commitment," ujar Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, Wihana Kirana Jaya, Kamis (26/12/2013).

Dalam Workshop Ekonomi Rakyat, Wihana menegaskan, komitmen FEB UGM untuk meneruskan inisiatif dari ekonomi kerakyatan. Dalam pandangannya, konsep ekonomi kerakyatan memang mengalami masa 'sejenak dilupakan’ oleh generasi penerus, baik di kalangan dosen maupun mahasiswa di FEB UGM.

"Seperti keinginan UGM agar kita bisa internasionalisasi, tapi tetap memegang nilai-nilai budaya termasuk konsep ekonomi kerakyatan tersebut," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dashboard Ekonomi Kerakyatan (DEK) FEB UGM, Gunawan Sumodiningrat menilai, ekonomi kerakyatan tidak cukup sekadar wacana tapi harus bersifat praktis. Untuk itu, dibutuhkan aliansi strategis untuk mengembangkannya.

"Apalagi ekonomi kerakyatan sejak dulu menjadi dasar pembangunan Indonesia yang kemudian terganggu dengan adanya kapitalisme," ujar dia.

Gunawan mengakui, DEK FEB UGM telah melakukan aliansi strategis dengan beberapa lembaga seperti Karang Taruna, KNPI hingga perbankan. Selain itu, mereka juga fokus pada beberapa kegiatan seperti evaluasi kegiatan ekonomi rakyat serta penyiapan 'kader' pendamping masyarakat lokal untuk mengembangkan kesejahteraan.
analisis: menurut saya kenapa  Ekonomi kerakyatan tak bisa hanya andalkan political will  karena  ekonomi kerakyatan itu jangan sampai selalu mengandalkan terhadap political will karena Apalagi ekonomi kerakyatan sejak dulu menjadi dasar pembangunan Indonesia maka dari itu ekonomi di indonesia ini harus benar benar dijaga kestabilanya dijaga kebersihanya dari tangan tangan koruptor agar rakyat indonesia yang kurang mampu bisa sejahtera dan indonesia pun bisa menjadi negara yang maju bahkan sangat maju amin.

TULISAN TENTANG EKONOMI 19



Pefindo prediksi penerbitan obligasi Rp70 T
Senin,  16 Desember 2013  −  17:03 WIB
Sindonews.com – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) optimistis pasar obligasi 2014 tidak jauh berbeda dengan tahun ini. Indikatornya terlihat dari cukup tingginya emiten yang telah menyatakan ketertarikannya menerbitkan emisi obligasi pada tahun depan, terutama dari sektor lembaga keuangan.

Direktur PT Pefindo Vonny Widjaja memperkirakan, total emisi obligasi yang diterbitkan pada tahun depan sekitar Rp60-70 triliun.

“Proyeksi itu relatif lebih tinggi dari perkiraan penerbitan obligasi tahun ini di kisaran Rp55-56 triliun,” kata dia kepada wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (16/12/2013).

Dia menjelaskan, kemungkinan besar penerbitan obligasi akan banyak dilakukan sebelum dan sesudah pemilihan umum (pemilu). Perusahaan yang akan menerbitkan sebelum pemilu beranggapan langkah tersebut sebagai antisipasi tidak berjalan baiknya pemilu.

Sementara perusahaan yang menerbitkan setelah gelaran pemilu, dinilai lebih suka menunggu situasi dari hajatan politik lima tahunan tersebut.

Data Pefindo menunjukkan, emisi obligasi yang diterbitkan pada kuartal I/2014 mencapai Rp15 triliun. Emiten yang melakukan aksi korporasi ini berasal dari berbagai sektor usaha, diantaranya perbankan dan kontruksi.

Nilai emisi itu karena ada lima perusahaan yang menunda menerbitkan obligasi pada akhir tahun ini sebagai dampak dari naiknya suku bunga acuan (BI Rate).
 
analisis: Proyeksi itu relatif lebih tinggi dari perkiraan penerbitan obligasi tahun ini di kisaran Rp55-56 triliun

TULISAN TENTANG EKONOMI 18



Nilai emisi obligasi capai Rp58,56 T
Rabu,  25 Desember 2013  −  12:47 WIB
Sindonews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total emisi obligasi maupun sukuk yang diterbitkan hingga pekan ini sebanyak 61 emisi dari 47 emiten senilai Rp58,56 triliun.

Dikutip dari situs resmi BEI bahwa total nilai penerbitan obligasi tersebut bertambah dengan dicatatkannya Obligasi Berkelanjutan I Bank Permata Tahap I tahun 2013 dan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank permata Tahap I tahun 2013.

Obligasi Berkelanjutan I Bank Permata Tahap I tahun 2013 senilai Rp1,368 triliun, terdiri atas dua seri, yakni Seri A senilai Rp696 miliar dengan tenor 370 hari dan Seri B sebesar Rp672 miliar bertenor tiga tahun. Sedangkan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II bank Permata Tahap I tahun 2013 sebesar Rp860 miliar memiliki tenor tujuh bulan.

Sementara PT Verena Multi Finance Tbk (VRNA) akan mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Verena Multi Finance Tahap II tahun 2013 senilai Rp153 miliar.

Obligasi ini terdiri dari dua seri, yakni Seri A senilai Rp113 miliar dengan tenor 36 bulan dan Seri B sebesar Rp40 miliar dengan tenor 48 bulan. Obligasi Berkelanjutan I Verena Multi Finance mendapat peringkat idA dari Pefindo.

Dengan pencatatan ini, maka total emisi obligasi maupun sukuk yang tercatat di BEI sebanyak 247 emisi dari 104 emiten, dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp218,22 triliun dan USD100 juta.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat mencapai 96 seri sebesar Rp995,25 triliun serta lima EBA senilai Rp2,36 triliun.
analisis: Dengan pencatatan ini, maka total emisi obligasi maupun sukuk yang tercatat di BEI sebanyak 247 emisi dari 104 emiten, dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp218,22 triliun dan USD100 juta